Pendidikan Seksual Anak Usia Dini melalui Media Audio Visual dan Body Mapping untuk Siswa TK Bina Ana Prasa III

  • Zahra Ayu Qalbina Universitas Mulawarman
  • Masna Wati Universitas Mulawarman
Keywords: audio visual, body mapping, pendidikan seksual, usia dini

Abstract

Berdasarkan data Simfoni PPA Kalimantan Timur, pada tahun 2021 terdapat 450 kasus dan 513 korban, dengan jumlah insiden kekerasan terbanyak di Kota Samarinda dimana 66% adalah korban anak-anak. Kekerasan terhadap anak tertinggi adalah kekerasan seksual, yaitu 191 kasus. Pendidikan seksual diharapkan dapat disampaikan sejak dini agar anak mendapatkan informasi yang benar dan terhindar dari kekerasan seksual. Kegiatan pendidikan seksual anak usia dini ini bertujuan untuk memberi pemahaman dan kesadaran untuk melindungi diri dari kejahatan seksual kepada siswa TK Bina Ana Prasa III Kota Samarinda. Metode yang dilaksanakan berupa penyuluhan dan simulasi Iptkes menggunakan media audiovisual dan pendampingan body mapping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media audio-visual dan body mapping yang merupakan metode simulasi Ipteks yang sangat efektif digunakan dalam penyampaian informasi dan edukasi bagi anak-anak. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemahaman anak-anak terhadap materi edukasi mencapai 92,5%.  Dari kegiatan ini siswa mengenal bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang asing sebagai upaya untuk melindungi diri.

 

According to data from the East Kalimantan PPA Symphony, in 2021, there were 450 cases and 513 victims, with the highest number of violent incidents in Samarinda City, where 66% were child victims. The highest violence against children was sexual violence, namely 191 cases. It is hoped that sexual education can be delivered early so that children get the correct information and avoid sexual violence. This early childhood sexual education activity aims to provide understanding and awareness to protect themselves from sexual crimes Bina Ana Prasa III Kindergarten students, Samarinda City. The method in this activity is counselling with science and technology simulation using audio-visual media and body mapping assistance. The activity results show that audio-visual media and body mapping effectively convey information and educate children. Based on the evaluation results, the children's understanding of educational materials reached 92,5%. From this activity, students learn which body parts are permissible to touch and which touch is not allowed by strangers to protect themselves.

References

Astuti, S. W. (2017). Pendidikan Seks Pada Anak Taman Kanak-Kanan Melalui Metode Permainan Ular Tangga “Aku Anak Berani” (Studi Deskripsi Komunikasi Interpersonal Anak Dalam Bermain Ular Tangga “ Aku Anak Berani.” Promedia, 3(2), 236–251.

Fuadi, M. Z., Gloriani, Y., & Mascita, D. E. (2022). Model Sinektik Dengan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Teks Cerita Inspiratif. Jurnal Tuturan, 11(2), 89–96.

Haryoko. (2012). Efektivitas Pemanfaatan Media Audio-Visual Sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran. Jurnal Edukasi Elektro, 17(2).

Huriah, T., Sintaningrum, A, D., & Hermawan, A. (2021). Pengembangan Media Pendidikan Kesehatan Audio Visual pada Program Pendidikan Anak Usia Dini–Integrasi Cegah Stunting (PAUD-Incasting) Anak Usia Prasekolah. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 363–370.

Insani, U. & Supriatun, E. (2020). Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Dengan Tekhnik Audiovisual Di Rumah Yatim Tegal. Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 3(2), 35–40.

Jager, A. De, Tewson, A., Ludlow, B., & Boydell, K. (2016). Embodied ways of storying the self: A systematic review of body-mapping. Forum Qualitative Sozialforschung/Forum: Qualitative Social Research, 17(2), 22.

Jatmikowati, T, E., R Angin, & Ernawati, E., (2015). Model dan Materi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Perspektif Gender untuk Menghindarkan Sexual Abuse. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 34(3).

Justicia, R. (2017). Pandangan Orang Tua Terkait Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 1(2), 28–37.

Kelrey, F., Kombong, R., & Hatala, T. N. (2022). Efektifitas Media Permainan Flashcard Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Anak Usia Prasekolah. Citra Delima: Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung, 5(2), 56–60.

Noviana, I. (2015). Kekerasan Seksual Terhadap Anak: Dampak Dan Penanganannya. Sosio Informa, 1(1), 13–28. https://doi.org/10.33007/inf.v1i1.87

Novianti, R., Hodikoh, A., & Nugroho, N. (2018). Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (KIE) Meningkatkan Pengetahuan Tentang Pencegahan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 8(1), 33–43. https://doi.org/10.33123/jkk.v8i1.4

Prabawati. (2022). Data Simponi PPA 2021, Terdata 513 Orang Korban Kekerasan. Diambil dari diskominfo.kaltimprov website: https://diskominfo.kaltimprov.go.id/

Prijatni, I., & Rahayu, S. (2016). Modul Bahan Ajar Cetak Kebidanaan: Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Cetakan 1: Jakarta.

Rahmawati, L. N. S. (2021). Pelaksanaan Pendidikan Seks Anak Usia Dini Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di TK Se-Kecamatan Lowokwaru [Doctoral Dissertation], Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Suhadi, S., Sugiyanto, S., Amirulloh, H., & Sulaiman, S. (2020). Bodily-Kinesthetic Intelligence Level of First Grade Elementary School Students. Proceedings of the 2nd International Conference on Education, ICE 2019, 27-28 September 2019, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia.

Tanari, G. R., de Fretes, F. H. E., & Sambo, M. (2020). Dampak Edukasi Menggunakan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Mencuci Tangan Anak. Jurnal Keperawatan Florence Nightingale, 3(1), 1–6.

Published
2023-03-18
How to Cite
Qalbina , Z. A., & Wati, M. (2023). Pendidikan Seksual Anak Usia Dini melalui Media Audio Visual dan Body Mapping untuk Siswa TK Bina Ana Prasa III. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 251-257. Retrieved from https://jurnal.unmabanten.ac.id/index.php/jppm/article/view/211