Pelatihan Hidroponik dengan Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Media Pertumbuhan Tanaman di SMP Negeri 51 Makassar
Abstract
Peningkatan daya konsumtif masyarakat menjadikan sampah semakin banyak, utamanya berbahan plastik. Mengurangi limbah plastik haruslah dengan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya menjaga lingkungan, yaitu memanfaatkan barang bekas sebagai wadah bercocok tanam hidroponik. Hidroponik adalah metode bercocok tanam dengan media air tanpa tanah dengan bantuan beberapa media tanam. Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan cara bercocok tanam hidroponik sederhana dan meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dengan pemanfaatan limbah plastik. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kreatifitas, wawasan, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Pengabdian ini diawali dengan melakukan observasi secara langsung di sekolah. Selanjutnya, motode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik langsung dilapangan. Kegiatan ini berhasil dilakukan berdasarkan dari luaran pelatihan berupa alat bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik deep water culture. Harapan setelah Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu peserta/siswa bisa menjadikan hidroponik sebagai hobi baru yang dapat dijadikan sebagai suplay bahan makanan berupa sayur. Selain itu, peserta/siswa dapat belajar cara bercocok tanam dengan metode lain bukan hanya dengan metode yang telah dilakukan.
The increase in people's consumptive power makes more and more waste, especially made of plastic. Reducing plastic waste must be by raising awareness and concern for the importance of protecting the environment, namely using used goods as a container for hydroponic farming. Hydroponics is a method of growing crops with a soilless water medium with the help of several growing media. The purpose of this service is to introduce simple hydroponic farming methods and increase students' concern for the environment by utilizing plastic waste. It is hoped that this activity can increase students' creativity, insight, and concern for the environment. This service begins with making observations directly at school. Furthermore, the motto used is lectures, discussions, and hands-on practice in the field. This activity was successfully carried out based on the training output in the form of farming tools using a deep water culture hydroponic system. The hope after this Community Service, namely participants / students can make hydroponics a new hobby that can be used as a supply of food ingredients in the form of vegetables. In addition, participants / students can learn how to grow crops with other methods not only with the methods that have been done.
References
Asmoro, N. W., Hartati, S., Tari, A. I. N., Purwanto, P., & Anwar, M. F. (2022). Urban Farming Generasi Milenial Karang Taruna Dusun Walang Sukoharjo. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(2), 287-297.
Halim, L., & Yunita, I. (2019). Strategi Pelatihan Hidroponik Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Yang Bernilai Ekonomis. Jurnal Patria, 1(2).
Herwibowo, K., & Budiana, N. S. (2014). Hidroponik Sayuran untuk Hobi dan Bisnis. Jakarta: Penebar Swadaya.
Nugraha, A. W. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberdadi dengan Pelatihan Hidroponik dan Pupuk Organik. JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian Dan Penerapan IPTEK), 3(1), 25-32.
Permadi, H., Yuliana, Y., Wardhani, I. S., De Nastiti, N., & Prasetyo, S. M. (2020). Workshop Pembuatan Hidroponik Wick System Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Kasri. Jurnal Graha Pengabdian, 2(3), 202-211.
Pertiwi, R., Notriawan, D., & Wibowo, R. H. (2020). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Meningkatkan Imunitas Tubuh sebagai Pencegahan COVID-19. Dharma Raflesia: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan IPTEKS, 18(2), 110–118. https://doi.org/10.33369/dr.v18i2.1266.
Roidah, I.S. (2014). Pemanfaatan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo, 1(2); 43-50.
Ruswaji, R., & Chodariyanti, L. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Desa Kepada Kelompok Ibu-Ibu Pkk dan Karang Taruna melalui Program Pelatihan “Hidroponik”. Jurnal Abdimas Berdaya: Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat, 2(01), 1-9.
Ruswanto, R., Wardani, G. A., Lestari, T., Lestari, S., & Jaohari, A. T. (2022). Sosialisasi dan Edukasi Tanaman Obat Keluarga di Desa Sirnaputra Tasikmalaya. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(4), 893-900.
Sharma, N., Acharya, S., Kumar, K., Singh, N., & Chaurasia, O. P. (2018). Hydroponics as an advanced technique for vegetable production: An overview. Journal of Soil and Water Conservation, 17(4), 364. doi: 10.5958/2455-7145.2018.00056.5.
Solikhah, B., Suryarini, T., & Wahyudin, A. (2018). Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Hidroponik. Jurnal Abdimas, 22(2), 121-128.
Tallei, T.E., Rumengan, I.F.M., dAdam, A. 2017. Hidroponik untuk Pemula. Penerbit LPPM Universitas Lambung Mangkurat, UNSRAT PRESS: Banjar-masin.
Yanti, C. W. B., Dermawan, R., Nafsi, N. S., Bahrun, A. H., Mollah, A., & Arafat, A. (2020). Response of kale (Brassica alboglabra L.) to various planting media and application of liquid inorganic nutrition in DWC (deep water culture) hydroponic systems. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 486, No. 1, p. 012113). IOP Publishing.




