Pendampingan Pembuatan LMS Berbasis Literasi pada Google-sites sebagai Bentuk Penguatan GLS pada Tahap Pembelajaran
Abstract
Efek dari kondisi pandemi yang telah dilalui memaksa kita untuk selalu siap melaksanakan pembelajaran daring. Salah satunya adalah kesiapan menyediakan media ajar online yang mudah diikuti dengan biaya yang murah. Learning management system (LMS) pada Google Sites dapat menjadi alternatif yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menggunakan media online, penulis memberikan pendampingan pembuatan LMS berbasis literasi pada Google sites. Metode pelaksanaan terdiri dari 3 sesi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12-14 Desember 2022 di SDN 1 Kedungjeruk dan diikuti oleh 26 peserta. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa ada beberapa guru yang sudah mulai dapat membuat pembelajaran berbasis situs Google dengan alur pembelajaran yang sesuai dengan tahapan pembelajaran GLS. Hal ini terlihat dari kumpulan link situs Google yang dikirimkan oleh masing-masing peserta kepada pelaksana kegiatan. Berbagai respon positif diberikan oleh para peserta setelah kegiatan ini dilaksanakan. Salah satunya adalah tanggapan Kepala Sekolah SDN Sukasari II yang berharap agar kegiatan baik ini dapat tersalurkan ke banyak sekolah lainnya secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan dan pencerahan literasi teknologi.
The effects of the pandemic conditions that have been passed force us to always be ready to carry out online learning. One of them is the readiness to provide online teaching media that is easy to follow at a low cost. The learning management system (LMS) on Google Sites can be an alternative that fits these characteristics. To increase teacher competence in implementing the School Literacy Movement (GLS) using online media, the authors provide assistance in making literacy-based LMS on Google sites. The implementation method consists of 3 sessions. The activity was held on 12-14 December 2022 at SDN 1 Kedungjeruk and was attended by 26 participants. The results of this PkM activity show that there are several teachers who have started to be able to create Google site-based learning with a learning flow that is in accordance with the stages of GLS learning. This can be seen from the collection of Google site links sent by each participant to the executor of the activity. Various positive responses were given by the participants after this activity was carried out. One of them was the response from the Principal of SDN Sukasari II who hoped that this good activity could be distributed to many other schools in a sustainable manner as a form of strengthening and enlightening technological literacy.
References
Bradley, V. M. (2020). Learning Management System (LMS) Use with Online Instruction. International Journal of Technology in Education, 4(1), 68. https://doi.org/10.46328/ijte.36
Faizah, D. U., Sufyadi, S., Anggraini, L., Waluyo, Dewayani, S., Muldian, W., & Roosaria, D. R. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Sekolah Dasar. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Handayani, M., & Rakhmah, D. (2017). Literasi dan elaborasi dalam pembelajaran. In Warta balitbang utama, Edisi 3, Desember, 4-5
Iswatiningsih, D., & Pangesti, F. (2020). Pendampingan pengimplementasian gerakan literasi sekolah. Jurnal Pengabdian Nusantara, 4(1), 192–203. https://doi.org/https://doi.org/10.29407/ja.v4i1.13909
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. (2020). Layanan Direktorat Ristek, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. https://dikti.kemdikbud.go.id/layanan-direktorat-riset-teknologi-dan-pengabdian-kepada-masyarakat/#
Komalasari, M. D., Wibowo, A., & Anggraeni, D. (2018). Pendampingan Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Jurnal Abdi Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.30737/jaim.v2i1.236
OECD. (2010). Mathematics Teaching and Learning Strategies in PISA. In Ocde. http://www.oecd-ilibrary.org/education/mathematics-teaching-and-learning-strategies-in-pisa_9789264039520-en
Pamuji, S. S., Kumalasari, R., & Romadhan, A. D. (2022). Program pendampingan gerakan literasi sekolah (GLS) di masa pandemi bagi guru sebagai upaya meningkatkan minat membaca siswa di sekolah MTS Negeri Tarakan. E-Amal, 02(01), 691-696. https://stp-mataram.e-journal.id/Amal/article/view/1201/928
Prihatin, E. (2008). Guru Sebagai Fasilitator. PT. Karsa Mandiri Persada.
Retnaningdyah, P., Laksono, K., Mujiyem, M., Setyorini, N. P., Sulastri, S., & Hidayati, U.S. (2016). Panduan gerakan literasi sekolah di sekolah menengah pertama. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sejzi, A. A., & Aris, B. (2013). Learning Management System ( LMS ) and Learning Content Management System ( LCMS ) at Virtual University. 2nd International Seminar on Quality and Affordable Education (ISQAE 2013), 216–220.
Sulistriani, S., Santoso, J., & Oktaviani, S. (2021). Peran Guru Sebagai Fasilitator Dalam Pembelajaran Ipa Di Sekolah Dasar. Journal Of Elementary School Education (JOuESE), 1(2), 57–68. https://doi.org/10.52657/jouese.v1i2.1517
Widyani, N., Widiyanto, M., Rahayu, E. S., & Kusumo, H. (2016). Panduan gerakan literasi sekolah di sekolah menengah kejuruan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. http://repositori.kemdikbud.go.id/437/1/Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMK.pdf
Yayuk, E., Kuncahyono, K., & Restian, A. (2018). Pendampingan gerakan literasi sains (GLS) Di SDN Girimoyo 2 Malang. Publikasi Pendidikan, 8(3), 172. https://doi.org/10.26858/publikan.v8i3.6001
Yuliani, S., Aliyyah, R. R., & Muhdiyati, I. (2022). Peran Guru Sebagai Fasilitator Pembelajaran Daring Pada Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 16(1), 117–123. https://doi.org/10.30595/jkp.v16i1.12760




