Pelatihan Penggunaan Dyscalculia Detection Card (DDC) untuk Deteksi Awal Diskalkulia pada Anak

  • Zainal Abidin Universita Islam Malang
  • Okta Pita Dian Sari Universitas Islam Malang
  • Anies Fuady Universitas Islam Malang
Keywords: Deteksi, DDC, diskalkulia

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengajar para guru di SD Al Irsyad Al Islamiyyah, khususnya dalam mendiagnosa kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Metode pelaksanaan pelatihan ini terdiri dari tiga tahap yang diikuti oleh dua belas wali kelas dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Tahap pertama adalah pra kegiatan yang dilakukan melalui survei awal, sosialisasi kepada guru dan rapat koordinasi dengan tim pengabdi. Tahap kedua pelaksanaan kegiatan dengan penyampaian materi dan praktek menggunakan Dyscalculia Detection Card (DDC) dan penugasan. Ada enam edisi dengan lima seri pada setiap tes. Kegiatan diawali dengan pengisian angket pertama kepada guru terkait pengertian diskalkulia. Tahap ketiga adalah monitoring dan evaluasi dengan memberikan kuesioner dengan indikator yang sama, namun dengan pertanyaan yang berbeda. Melalui pelatihan ini, guru mendapatkan wawasan mengenai diskalkulia dan dapat mendeteksi gejala diskalkulia sedini mungkin. Persentase rata-rata peningkatan guru sebesar 28,75% dari skor rata-rata prapelatihan 44,58 menjadi 72,91. Selain itu, dengan adanya pelatihan ini guru secara langsung meningkatkan kompetensi pedagogiknya terutama dalam mendiagnosis siswa dengan diskalkulia secara mandiri.

 

The purpose of this dedication is to improve the teaching skills of teachers at SD Al Irsyad Al Islamiyyah, especially in diagnosing students' learning difficulties in learning mathematics. The implementation method for this training consisted of three stages followed by twelve homeroom teachers from grades 1 to grade 6. The first stage was pre-activity which was carried out through an initial survey, outreach to teachers and coordination meetings with the service team. The second stage is the implementation of activities by presenting material and practice using the Dyscalculia Detection Card (DDC) and assignments. There are six editions with five series on each test. The activity begins with filling out the first questionnaire to the teacher regarding understanding dyscalculia. The third stage is monitoring and evaluation by providing a questionnaire with the same indicators, but with different questions. Through this training, teachers gain insight into dyscalculia and can detect symptoms of dyscalculia as early as possible. The average percentage of teacher improvement is 28,75% from the average pre-training score of 44,58 to 72,91. In addition, with this training teachers directly improve their pedagogical competence, especially in diagnosing students with dyscalculia independently.

References

Barida, M., & Widyastuti, D. (2018). Kontribusi Pelatihan Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi. Seminar Nasional "Membangun Sinergitas Keluarga dan Sekolah Menuju PAUD Berkualitas, 212–216. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.

Butterworth, B. (2003). Dyscalculia Screener. London: nferNelson Publishing Company Limited.

Faradiba, S. S., Hasana, S. N., & Sari, O.P.D. (2021). Pendampingan Deteksi Dini Dyscalculia Bagi Siswa SD. Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Ke-III (pp. 48–54). Lamongan: Universitas PGRI Adi Buana.

Faradiba, S.S, Sa’dijah, C., Parta, I.N., & Rahardjo, S. (2019). Looking without Seeing: The Role of Metacognitive Blindness in Students with Math Anxiety. International Journal of Cognitive Research in Science, Engineering and Education (IJCRSEE), 7(2), 53–66.

Faradiba, S.S., & Hasana, S.N. (2021). Peningkatan Softskill Guru Sekolah Dasar Dalam Mengenali Gejala Awal Dyscalculia Melalui Pelatihan. Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM), 5(4), 1–8.

Hornigold, J. (2015). Dyscalculia: Pocketbook. UK: Teachers Pocketbooks.

Ismail. (2016). Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Aktif di Sekolah. Jurnal Edukasi, 2(1), 30–43.

Kucian, K., & Aster, M. (2015). Developmental Dyscalculia. European Journal of Pediatrics, 174, 1–13.

Marlina, M., Junedi, B., Nasrullah, A., & Mustika, H. (2021). Optimalisasi Penggunaan Google Classroom pada Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM), 5(3), 836–846.

Purnomo, A., Azizah, I.N., Hartono, R., Hartatik., Bawono, S.A.T. (2017). Pengembangan Game Untuk Terapi Membaca Bagi Anak. Jurnal Simetris, 8(2), 497–506.

Re, A. M., Pedron, M., Tressoldi, P. E., & Lucangeli, D. (2014). Response to specific training for students with different levels of mathematical difficulties. Exceptional Children, 80, 337–352.

Setiawan, A. (2020). Lembar Kegiatan Literasi Saintifik untuk Pembelajaran Jarak Jauh Topik Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19). Jurnal Edukatif, 2(1), 28–37.

Siregar, N. R. (2017). Persepsi Siswa Pada Pelajaran Matematika : Studi Pendahuluan Pada Siswa yang Menyenangi Game. Seminar Nasional Peran Psikologi Perkembangan dalam Penumbuhan Humanitas pada Era Digital (pp. 224–232). Semarang, Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia.

Skagerlund, K., & Traff, U. (2016). Number Processing and Heterogeneity of Developmental Dyscalculia: Subtypes With Different Cognitive Profiles and Deficits. Journal Learning Disability, 49, 36–50.

Yeni, E. M. (2015). Kesulitan Belajar Matematika di Sekolah Dasar. JUPENDAS, 2(2), 1–10.

Published
2023-05-22
How to Cite
Abidin, Z., Sari, O. P. D., & Fuady, A. (2023). Pelatihan Penggunaan Dyscalculia Detection Card (DDC) untuk Deteksi Awal Diskalkulia pada Anak. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(2), 375-382. Retrieved from https://jurnal.unmabanten.ac.id/index.php/jppm/article/view/366