Penguatan Literasi Digital bagi Guru-Guru di Lingkungan Pesantren Kabupaten Tasikmalaya melalui Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Learning Management System (LMS)
Strengthening Digital Literacy for Teachers in The Pesantren Environment of Tasikmalaya Regency through Training and Assistance in The Use of Learning Management System (LMS)
Abstract
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi digital para guru di sekolah-sekolah lingkungan pesantren melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan LMS dalam pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan para guru dapat memanfaatkan LMS untuk memperkaya metode pengajaran mereka dan meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi serangkaian pelatihan dan pendampingan intensif bagi para guru. Pelatihan akan mencakup pengenalan konsep dasar LMS, cara penggunaannya, serta penerapan LMS dalam pembelajaran sehari-hari. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan para guru dapat mengaplikasikan LMS secara mandiri dan efektif. Penggunaan LMS juga memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di lingkungan pesantren. Literasi digital yang diperkuat ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kualitas pendidikan di pesantren, meningkatkan keterampilan teknologi para guru, dan membuka peluang pembelajaran yang lebih luas dan modern. Pelatihan dan Pendampingan ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu menguatkan literasi digital dan keterampilan penggunaan LMS bagi guru-guru di pesantren, sehingga berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Tasikmalaya.
The primary objective of this activity is to enhance the digital literacy of teachers in schools within the pesantren environment through training and assistance in the use of LMS in learning. By doing so, it is expected that teachers will be able to utilize LMS to enrich their teaching methods and improve the quality of education in pesantren. The methods used in this program include a series of intensive training sessions and ongoing assistance for the teachers. The training covers the introduction of basic LMS concepts, its usage, and the application of LMS in daily learning. Continuous assistance is provided to ensure that teachers can independently and effectively implement LMS. The use of LMS also brings a positive impact on the learning process in the pesantren environment. This strengthened digital literacy is expected to support the development of education quality in pesantren, improve teachers' technological skills, and open up broader and more modern learning opportunities. The training and assistance successfully achieved its main goal, namely strengthening digital literacy and LMS skills for teachers in pesantren, thereby positively impacting the improvement of learning quality in Tasikmalaya Regency.
References
Al-Rahmi, W. M., Othman, M. S., & Yusuf, L. M. (2015). The effectiveness of using e-learning in Malaysian higher education: A case study Universiti Teknologi Malaysia. Mediterranean Journal of Social Sciences, 6(5).
Azhari, S. P., Ulfah, S. N., Darfila, W. O. S., & Lessy, Z. (2022). Analisis peran guru dan orang tua dalam penguatan literasi digital peserta didik di masa pascapandemi Covid-19. Bustanul Ulum Journal of Islamic Education, 1(2), 1–12. https://doi.org/10.62448/bujie.v1i2.24
Dewi, R. S., & Priendarningtyas, A. (2021). Kesiapan guru pembelajaran daring dengan media digital. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 6675–6681. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2025
Hadiyanto, H. (2019). The EFL students’ 21st century skill practices through e-learning activities. Indonesian Research Journal in Education IRJE, 461-473.
Hidayat, N. & Khotimah, H. (2019). Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Kegiatan Pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1).
Juhary, J. (2014). Perceived usefulness and ease of use of the learning management system as a learning tool. International Education Studies, 7(8), 23-34.
Maulani, G. Septiani, S & Mukra, R. (2024). Pendidikan di Era Digital. Sada Kurnia Pustaka. ISBN: 978-623-8385-88-1.
Mershad, K., & Wakim, P. (2018). A learning management system enhanced with internet of things applications. Journal of Education and Learning, 7(3), 23. https://doi.org/10.5539/jel.v7n3p23
Mtebe, J. S., & Raisamo, R. (2014). A model for assessing Learning Management System success in higher education in Sub‐Saharan countries. The Electronic Journal of Information Systems in Developing Countries, 61(1), 1-17.
Nugroho, D., & Hermasari, B. K. (2023). Using online flipped classroom in problem-based learning medical curriculum: A mixed method study. Journal of Education and Learning (EduLearn), 17(2), 294-300.
Purnawanto, A. T. (2021). Urgensi literasi digital bagi guru, siswa dan orang tua. Jurnal Pedagogy, 14(2), 85–98. https://doi.org/10.63889/pedagogy.v14i2.97
Sallam, N., & Alzouebi, K. (2014). Teacher Perceptions of the Use of Moodle to Enhance the Quality of Teaching and Learning in a K-12 Private School in the United Arab Emirates. Journal of Teaching and Teacher Education, 2(02).
Sopiany, H. N., Nur, I. R. D., & Badriyah, S. (2023). Pendampingan Pembuatan LMS Berbasis Literasi pada Google-sites sebagai Bentuk Penguatan GLS pada Tahap Pembelajaran. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 169-177. https://doi.org/10.30653/jppm.v8i1.361
Wijayati, P. H., Oktaputriviant, N. R., & Nasih, A. M. (2022). Heutagogy: Self Efficacy, Self Determination, Self Directed, dan Self Regulated dalam Pembelajaran Online. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 7(4), 996-1011.
Wiragunawan, I. G. N. (2022). Pemanfaatan learning management system (LMS) dalam pengelolaan pembelajaran daring pada satuan pendidikan. EDUTECH: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 2(1), 82-89.
Yudhana, A. S. L., & Kusuma, W. A. (2021). Kelebihan dan kekurangan pembelajaran jarak jauh atau e-learning dan learning management system (LMS) menggunakan pendekatan literature review, dan user persona. Jurnal Syntax Admiration, 2(9), 1617-1628.




